Sabtu, 07 Januari 2017

Thanks Nabil Saloon

Sudah lebih dari 2 tahun saya tinggal di Jeddah, Arab saudi. Semenjak itu pula minimal satu bulan sekali saya rajin mencukur rambut di tempat potong rambut yang paling dekat dengan rumah.

Lokasi nya kurang lebih 500 meter dari rumah. Tempat potong rambut langganan saya ini hampir sama dengan kebanyakan tempat potong rambut seantero Jeddah. Ada tempat duduk untuk pelanggan yang menunggu giliran potong rambut. Ada koran berbahasa banggali, hingga majalah bertulis Arab berserakan diatas meja.

Di sudut sebelah kanan tertata rapi alat alat untuk potong ranbut plus juga alat spa sederhana untuk wajah. Dan juga alat alat lainnya yang memang begitu banyak tertata di sana.

Ada sekitar 3 orang petugas yang melayani di tempat potong rambut langganan saya ini. Kesemuanya berasal dari tanah India, entah dari Bangladesh, India, Pakistan, saya kurang begitu tau, karena memang secara bahasa, saya pribadi ga terlalu hapal mana bahasa India, Bangladesh atau Pakistan, hampir sama semua di telinga saya.

Semenjak dua tahun itu pula, saya selalu menggunakan jasa potong rambut di tempat ini, untuk tarif nya sendiri sebesar 15 real untuk setiap kali potong rambut. Saya ga terpikir untuk mencoba di tempat lain, karena setau saya, ada juga tempat cukur lain, cuma harganya memang dua kali lipat dari tempat langganan saya ini. Bedanya, petugasnya berasal dari Turki, bukan India, Bangladesh atau Pakistan.

Hanya memang, selama dua tahunitu pula, sebetulnya saya kurang begitu puas dengan hasil potong rambut nya itu. Terkesan ga terlalu rapi dan tergesa gesa. Alhasil, rambut saya kurang begitu tertata rapi, tapi apa boleh buat, ya sudah di terima sajalah.

Malam ini, saya berencana untuk potong rambut di tempat langganan saya ini. Saya berjalan menyusuri kompleks, meneyebrang jalan, dan tibalah di tempat potong rambut. Ternyata, tempat potong rambutnya tutup untuk sementara waktu, terlihat sepertinya memang sedang ada renovasi bangunan.

Tanpa berpikir lama, saya akhirnya melanjutkan perjalanan, menyusuri pertokoan yang begitu panjang. Kalau saya tak keliru, ada satu lagi tempat potong rambut yang dekat, mungkin berjarak 10 toko dari tempat potong rambut langganan saya ini.

Dari kejauhan terdapat tulisan Nabil Saloon, aha rupanya ini dia tempat potong rambutnya. Saya masuk dan ternyata ada 3 petugas yang sedang sibuk memotong rambut, dan ada 2 orang yang sedang menunggu.

Saya duduk sambil melihat sekeliling. Terlihat bapak yang di sebelah kanan saya sedang asyik membaca koran, dan bapak yang di sebelah kiri saya sedang serius melihat berita di televisi al arabiya channel. Di televisi nampaknya ada peristiwa penting yang terjadi di bandara. Belakangan saya tau bahwa tenyata ada insiden penembakan di Bandara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood di Florida, Amerika Serikat.

Setelah menunggu hampir 20 menit, tibalah giliran saya untuk potong rambut. Dan kurang lebih 25 menit kemudian selesai sudah potong rambutnya. Hmmmm dan hasilnya adalah luar biasa. Saya pribadi sangat puas dengan hasilnya. Saya lihat di cermin, potongannya begitu rapi.

Jujur, baru kali ini saya merasa exited banget untuk hasil kerjaan bapak petugas potong rambut di tempat yang baru ini. Mungkin Insya Allah di lain waktu, sepertinya saya akan potong rambut terus di tempat ini. Thanks Nabil Saloon.

Note: hikmah dari tulisan ini adalah,, jangan pernah takut untuk mencoba hal baru, suasana baru, dan hal hal baru lainnya. Karena bisa saja, hal baru yang kita lakukan tersebut sebetulnya jauh lebih baik dari yang biasa kita lakukan.

Jangan pernah takut mencoba hal baru, itu.

7 Januari 2017, Jeddah dini hari.

#catatanrizal
#kehidupandijeddah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar