Tampilkan postingan dengan label Nasihat diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasihat diri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2017

Robbi zidnii 'ilman

Laksana menyelam di lautan yang luas.. semakin dalam kita menyelam, semakin kita tahu, bahwa lautan ini begitu luas. Sanggupkah kita menyelami samudera ini?

Seperti itulah ilmu, semakin kita belajar, semakin kita tahu, bahwa pengetahuan ini begitu sangat luasnya, sedang, kemampuan kita begitu sangat terbatas. Sedang, ilmu yang kita telah ketahui, begitu sangat sedikit. Sanggupkah kita menyelami khasanah keilmuan yang sedemikan luasnya?

Bagaimana mungkin kita bisa membusungkan dada, sedang ilmu yang kita miliki ini begitu sangat sedikit, masih banyak yang belum kita ketahui dan kita pelajari.

Bagaimana mungkin, kita dengan mudahnya meremehkan orang lain, sedang diri ini masih penuh dengan kekurangan dan keterbatasan dalam ilmu pengetahuan.

Sebetulnya.. kita sedang berkejaran dengan waktu..

Sebetulnya kita tahu, bahwa kewajiban menuntut ilmu (pengetahuan dan agama) itu dari lahir sampai liang lahat..

Namun, sudahkah kita memanfaatkan waktu yang ada ini untuk melahap ilmu pengetahuan dan agama?

Sudah berapa buku pengetahuan yang telah kita baca di pekan ini?

Sudah sampai bab mana kajian fikih yang telah kita ketahui?

Sudah selesaikah kita mempelajari sirah nabi shallallahualaihi wasalam, dari lahir hingga wafatnya?

Sebetulnya.. kita sedang berkejaran dengan waktu..

Namun, sayang seribu sayang, waktu yang ada banyak yang kita sia-siakan begitu saja, sedang, waktu takkan pernah bisa kembali lagi.

Bersyukur lah, orang yang setiap harinya bisa menambah ilmu (pengetahuan dan agama) dengan baik. Mengamalkan serta berbagi dengan yang lain.

Bersyukurlah, orang yang memanfaatkan waktu yang ada, dengan banyak belajar dan haus akan ilmu pengetahuan, dan memanfaatkan ilmu pengetahuan tersebut dengan sebaik baiknya, bermanfaat untuk kebaikan diri dan ummat.

Semoga saya dan kita semua, termasuk kedalam orang orang yang senantiasa haus akan ilmu pengetahuan, mengamalkan ilmuyang didapat, berbagi ilmu dengan sesama, serta menjadikan ilmu yang didapat untuk kebaikan diri dan ummat, serta menjadi pribadi yang rendah hati dan berakhlak terpuji, aamiin.
 
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Robbi zidnii 'ilman.

Wahai Rabb-ku, tambahkanlah ilmu kepadaku. (Thaha [20]: 114).

Kamis dini hari, pkl 03.30

#nasihatdiri

Kamis, 13 Oktober 2016

Catatan Milad ke Tiga Puluh

Karena hidup adalah sebuah anugerah, dan salah satu anugerah terbesar adalah ketika kita disayangi oleh banyak orang yang menyayangi kita dengan tanpa pamrih. Menyayangi apa adanya tanpa ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi seperti layaknya berbelanja di supermarket. Kita hanya dituntut untuk belajar menyayangi mereka seperti mereka menyayangi kita, tanpa syarat dan tanpa pamrih. Itu saja.

Alhamdulillah, tak henti hentinya lisan ini memuji Nya, karena memang segala pujian hanya milik Allah semata. Semua berasal dari Nya dan akan kembali kepada Nya. Hidup ini hanyalah persinggahan sementara, yang setiap saat kita bisa di panggil menghadapNya, dan di kampung akhirat lah kita akan menetap abadi.

Alhamdulillah, hari ini saya genap berusia tiga puluh. Sebuah angka psikologis untuk seorang lelaki yang sudah menikah dan memiliki satu orang putera. Rasa rasanya baru kemarin saya masih menikmati usia belasan, dua puluhan, dan hari ini, Allah mengizinkan saya untuk memulai usia didekade berikutnya dalam hidup saya ini.

Tiga dekade telah di lalui, ada banyak masa masa indah telah di lalui, lulus kuliah, mendapat pekerjaan pertama, pernikahan, kelahiran putera pertama, dan terakhir alhamdulillah bisa berangkat umroh dan haji sebelum usia saya genap 30. Sebuah kenikmatan yang luar biasa besar dan takkan pernah bisa ternilainoleh materi.

Serta ada masa masa yang harus saya lalui dengan air mata, meninggalnya kerabat karib, nenek buyut serta nenek tercinta. Dan ada juga masa masa pernikahan yang indah serta ada masa-masa yang harus kami lalui dengan kesabaran, air mata, saling menyemangati satu sama lain dan cukup kami sajalah yang tahu seperti apa kondisi yang pernah kami lalui tersebut.

Semoga di dekade dekade berikutnya, semua harapan dan cita cita yang ingin di capai, bisa tercapai dengan baik. Semoga Allah mudahkan jalannya, Allah beri jalan yang terbaik untuk menggapai cita-cita ini.

Salam sayang dan takzim, untuk kedua orang tua yang nun jauh di sana, dengan izin Allah dan iringan doa dari keduanya yang tak henti-hentinya, atas seizin Allah saya masih bisa menikmati kehidupan yang luar biasa ini. Alhamdulillah.

Pelukan terhangat untuk istri ku tersayang, yang sudah sejauh ini mencintaiku dengan luar biasa, dengan kesabarannya mencintai suami yang jauh dari kata sempurna ini. Temani aku, tak hanya di dunia ini, tapi kelak di akhirat juga ya.. kaulah bidadari surga ku.. insya Allah

Untuk kakak dan adikku tersayang, maaf bila sering merepotkan. Mohon dibukakan pintu maaf bila saudaramu ini belum bisa memberikan yang terbaik yang selayaknya diberikan. Semoga ada waktu dan kesempatan menjadi saudara terbaik untuk kalian.

Untuk sahabatku ferry, terimakasih sudah menjadi sahabat saya lebih dari 10 tahun ini. Banyak kenangan dan cerita yang bisa kita bagi untuk anak anak kita kelak. Semoga persahabatan ini akan tetap seperti ini.

Serta sahabatku yang lain, mas imed, afri, prasamya, dan rekan rekan yang lain yg ga bisa disebut satu persatu, terimakasih sudah menjadi bagian dari manisnya mencari ilmu. Semoga kesuksesan senantiasa mengiringi langkah langkah sahabat saya ini..

Terimakasih untuk sahabat facebook yang sudah menulis harapan dan doa untuk saya di dinding fb ini. Semoga doa kebaikan untuk saya ini, kembali kepada sahabat fb sekalian. aamiin ya robbal alamiin..

One year older. One year wiser. Semoga setiap niat dan jejak langkahku selalu memberi manfaat untuk agama, keluarga dan masyarakat. Aamiin.

Mekah, 12 Oktober 2016 / 11 Muharam 1438

●●●

Diambil dari akun pribadi tertanggal 12 Oktober 2016

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10209209140202861&id=1151556078

Catatan di Arafah

Bila sahabat fb suatu saat nanti di undang Allah untuk menunaikan ibadah haji, selepas tiba di tendanya di arafah, bila tiba sekitar pagi hari, sempatkanlah untuk berjalan ke arah bukit arafah atau biasa disebut jabal rahmah. Disekeliling jabal rahmah tersebut terdapat jalan yang lebar dan dipenuhi banyak mobil truk container.

Mulanya saya tidak tahu persis apa isi dari truk container tersebut, hingga esok pagi nya saya baru tahu bahwa isinya adalah makanan dan minuman yang akan dibagikann kepada seluruh jamaah haji untuk sarapan dan makan siang.

Masya Allah, saya sendiri menyaksikan betapa petugas begitu antusias membagi bagikan makanan dan juga minuman yang ada dalam kendaraan. ada yang mengambil satu box makanan, ada yang mengambil 2 box makanan, dan bahkan ada yang mengambil satu kardus besar box makanan yang mungkin isinya sekitar 10 atau 20 box kecil makanan.

Belum lagi minuman yang juga di bagi bagikan. ada air mineral, ada jus dalam kemasan dan lain lain. Disini saya mulai merasakan betapa pemerintah arab saudi serta perusahaan perusahaan saudi (terlihat dari beberapa container terdapat logo perusahaan besar yang ada di saudi) dan juga masyarakatnya yang dermawan, begitu memuliakan tamu-Nya, memberi pelayanan yang luar biasa. Semoga Allah memberi ketenangan dan keberkahan untuk negeri ini dan juga negeri ku nun jauh di sana, Indonesia.

note:
catatan ini tidak bermaksud supaya kita semangat untuk mengambil pemberian dari petugas yang membagikan, hanya sebagai renungan untuk kita semua, apakah kita bisa melakukan hal yang sama setiba di tanah air, membagikan makanan dan minuman kepada yang membutuhkan. Bukankah salah satu indikator diterima tidaknya ibadah haji kita ialah ketika sepulang dari berhaji, ia akan lebih banyak bersedekah dengan memberi makan orang banyak. wallahu a'lam.

#catatanselamadimekah

●●●

Diambil dari akun pribadi tertanggal 19 September 2016

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10209022091286755&substory_index=0&id=1151556078

Permohonan Maaf Menjelang Berangkat Haji

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah semata, rabb semesta alam. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada nabi dan suri teladan kita, nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

Sahabat facebook dimana pun berada, yang kebetulan membaca postingan saya di pagi hari ini, baik yang mengenal saya secara pribadi didunia nyata maupun yang hanya mengenal saya melalui media sosial facebook ini, secara pribadi dan segenap kerendahan hati, saya dengan ini memohon maaf atas segala kekhilafan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Mohon maaf apabila ada status facebook saya serta perilaku, tutur kata dalam keseharian saya yang pernah menyinggung dan atau menyakiti perasaan sahabat facebook semua. Serta mohon maaf apabila ada janji-janji saya yang belum tertepati dengan baik.

Sebagai manusia biasa, pastinya takkan pernah luput dari kesalahan, semoga sahabat facebook semua dapat berbesar hati untuk dapat memaafkan segala kekhilafan saya selama ini.

Batas usia seseorang tiada yang tahu, kecuali pemilik diri ini, Allah Subhanahu wata'ala. Kematian bisa datang kapan saja dan dimana saja, hanya Allah yang tahu. Yang terpenting ialah sebagai hamba kita hanya diminta untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan berbekal ketaqwaan dan amal sholeh yang kelak akan menjadi bekal kita di akhirat. Kampung akhirat yang kekal abadi.

Ketika kaki ini melangkah keluar rumah dan memantapkan hati memenuhi panggilan-Nya untuk berhaji, saya titipkan istri serta anak saya tersayang ananda aufa, kepada pemiliknya yakni Allah subhanahu wata'ala, semoga Allah menjaga mereka semua. Karena hanya Allah subhanahu wata'ala sebaik-baik pelindung.

Ketika kaki ini melangkah untuk memenuhi panggilan-Nya, dan apabila kematian menjemput, semoga kematian ini adalah kematian yang khusnul khotimah. Ketika saya dibangkitkan kelak, saya mengenakan kain ihram yang saya kenakan ketika memenuhi panggilan-Nya dalam berhaji.

Akan tetapi bila Allah menghendaki lain, apabila Allah memberi saya usia yang panjang, semoga seusai prosesi ibadah haji ini, saya menjadi manusia yang terlahir kembali seperti bayi yang baru dilahirkan, bersih tanpa dosa, dan mendapat balasan berupa surga. Menjadi haji yang mabrur, Aamiin.

Terakhir, terimakasih untuk istri tercinta bundanya aufarais helmarzal azmi, bunda Ryan Sulistiana yang sudah ikut mempersiapkan perlengkapan keberangkatan saya, alhamdulilah semua daftar perlengkapan yang diberikan sudah diceklis semua, mulai dari kain ihram, face masker, sprayer dan payung untuk bekal wukuf di arafah nanti, alhamdulillah sudah lengkap semua. Semoga kelak kita bisa berangkat ke tanah suci bersama-sama ya. Dan terimakasih untuk kakak tersayang teh evi yang sudah mensupport adiknya ini.

Dan yang terpenting dari semua yang telah saya persiapkan itu adalah bekal taqwa.. sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam surah al baqarah ayat 197.

"(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang-siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan menger-jakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Ber-bekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepadaKu hai orang-orang yang berakal." (Al-Baqarah: 197)

Semoga Allah membekali saya dengan bekal taqwa, semoga Allah mengampuni dosa dosa saya, semoga Allah mudahkan kebaikan untuk saya di mana pun saya berada. Aamiin ya robbal a'lamiin..

Mekah, 7 Dzulhijjah 1437 Pkl 05.20 waktu arab saudi

#fabiayyiaalaairobbikumaatukadzdzibaan
#alhamdulillah
#insyaAllah
#performinghajj

●●●

Diambil dari akun pribadi tertanggal 9 September 2016

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10208930827165209&id=1151556078

Berkelanalah

“Berkelanalah ke negeri asing untuk mencari kemuliaan. Karena dalam pengembaraan itu kau akan mendapatkan lima keuntungan.

Menghilangkan kesedihan. Menata ekonomi hidup. Meningkatkan pengetahuan dan peradaban serta menambah pergaulan.

Apabila dikatakan bahwa berkelana itu suatu perbuatan hina dan sia-sia, menghabiskan dana dan mencari kesengsaraan, maka sungguh kematian seorang pemuda di perantauan lebih mulia. Daripada hidup di daerah sendiri dalam keadaan hina penuh kedengkian dan iri hati.”

- Imam As Syafi'i

Menjelang Tiga Puluh


Alhamdulillah, insya Allah 3 bulan lagi saya genap berusia 30. Sebuah angka psikologis bagi seorang lelaki yang sudah memiliki seorang istri yang baik dan cantik dan seorang anak lelaki yang masya Allah luar biasa lucu, pintar, diikuti dengan keingintahuannya yang besar dari hari ke hari.

Angka psikologis, karena diusia inilah, semestinya dilakukan review atas apa yang telah dilakukan dan apa yang akan dilakukan, evaluasi atas apa yang telah dilakukan, dan target apa yang akan di capai dimasa depan, serta indikator apa saja yang akan dipasang untuk setiap kesuksesan yang akan dicapai.

Diusia menjelang 30 ini, rasanya masih banyak cita cita serta impian yang belum tercapai, sedang on going process, sedang di ikhtiarkan, dan saya berlindung kepada Allah, dari segala bentuk angan angan yang dibenci Rosulullah, semoga ini bukan angan angan, akan tetapi sebuah cita cita yang harus dikejar dan diwujudkan. Semoga semangat ini akan terus membara dalam hati dan tindakan, aamiin.

Terimakasih sayang sudah menjadi istri, sahabat, teman curhat yang baik, mungkin inilah yang dimaksud dengan sakinah dalam pernikahan, adanya rasa tenang dalam hubungan pernikahan.

Dan terimakasih untuk kesetiannya memberi saran dan masukan, termasuk dalam hal fotografi, percayalah setiap foto yang terposting di facebook ini, juga hasil saran masukan dari sang isti tercinta. thank you so much.

Akhir kata selamat sore untuk sahabat facebook, selamat beraktivitas kembali, terimakasih sudah berkenan membaca postingan ini sampai dengan 6 paragraf, kata teman saya, ini bukan facebook status, tapi story telling, tapi tak apalah, memang demikian adanya :D :D

#menjelang30
#storytelling
#prisma

●●●

Diambil dari akun facebook pribadi tertanggal 4 Agustus 2016

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10208634053466052&substory_index=0&id=1151556078

Katakan Tidak Pada Riba

Perlu empat tahun bagi saya untuk di doktrin mengenai haramnya riba dalam transaksi keuangan yang biasa kita kenal sehari-hari. Perlu empat tahun lebih, bagi saya untuk memahami betapa jahatnya riba dalam transaksi keuangan kita. Pun demikian perlu empat tahun lebih bagi saya untuk dapat mencari solusi dan berpikir bagaimana kita sebagai umat islam bisa keluar dari jeratan riba yang sepertinya telah begitu menjerat leher-leher masyarakat kita.

Dari doktrin-doktrin itu saya belajar dari berbagai sumber mengenai bagaimana riba telah begitu merusak sendi-sendi kehidupan perekonomian masyarakat. Riba telah memporak-porandakan sendi-sendi kehidupan sosial masyarakat kita. Dan riba telah berkontribusi pula terhadap kehancuran sebuah fondasi berbangsa dan bernegara.

Dalam perjalanan empat tahun itu pula saya menemui berbagai banyak pendapat. Ada yang sesuai dengan pemahaman saya dan sepakat tentang keharaman riba. Pun demikian, ada juga teman diskusi saya yang sampai saat ini masih beranggapan kalau riba bukanlah sebuah masalah, riba tidak haram selama syarat dan ketentuannya berlaku, begitu kira kira ungkapannya. Sebagai manusia modern dan beradab, tentu semua pendapat harus dihargai. Semua pendapat harus kita hormati. Toh pada akhirnya, sebagai manusia beriman tentunya kita mengimani bahwa segala tindak tanduk kita di dunia ini pasti akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat.

Yang jelas, doktrin ekonomi islam yang tertancap dalam sanubari saya alhamdulillah sampai saat ini masih ada. Dengan segala keterbatasan saya, saya berupaya untuk dapat menggunakan ilmu yang saya miliki sekecil apapun upaya itu. Dengan keterbatasan waktu, alhamdulillah saya bisa sedikit meluangkan waktu sharing bersama istri bagaimana sebetulnya ekonomi syariah itu. Percaya atau tidak, perlu waktu satu tahun lebih bagi saya untuk meyakinkan istri bahwa riba itu haram dan di larang oleh Allah SWT.

Saya nikmati proses itu, sedikit demi sedikit saya sharing dengan istri, bagaimana riba itu, apa saja bentuk riba dalam dunia kontemporer saat ini, serta berusaha sekuat tenaga menghindarinya. Terakhir pembicaraan kami seputar adanya tawaran pengajuan rumah dengan sistem Kredit Pemilikan Rumah, saya tanya ke istri bagaimana pendapatnya. Dan alhamdulillah, istri sudah memahami kalau KPR rumah yang saat ini berjalan di bank konvensional adalah salah satu bentuk riba yang dilarang. Solusi? Kami bertanya adakah KPR yang bisa dilayani dengan skema murabahah atau ijarah muntahiya bittamlik, ternyata jawaban dari pihak marketing perumahan menjawab untuk saat ini perumahan bersubsidi masih harus menggunakan perbankan konvensional. Untuk bank syariah, hanya melayani perumahan berjenis komersil. Kami memang memilih jenis perumahan bersubsidi karena keterbatasan dana yang kami miliki saat ini.

Hingga akhirnya, setelah tahu seperti itu, kami berdua sepakat untuk menunda sementara waktu rencana kami memiliki perumahan dengan sistem KPR. Insya Allah, ada jalan lain untuk memiliki rumah, tanpa harus terjebak dan tenggelam dengan sistem riba.

Kalau saja upaya saya ini dapat menjaga diri dan keluarga saya dari jeratan riba. Demikian halnya juga saya ingin mengajak rekan rekan saya di masa sekolah SMA dulu untuk dapat sedikit demi sedikit memahami bagaimana itu riba dan bahayanya. Alhamdulillah, kami pada akhirnya dapat mendirikan koperasi syariah pertama yang mewadahi para alumni di sekolah kami. Meskipun dari segi jumlah masih sangat sedikit yang tertarik bergabung, setidaknya, inilah langkah awal kami mengenalkan ekonomi syariah, biarlah yang sedikit ini menjadi pelopor untuk nantinya mengajak rekan rekan yang lain berjuang menghindari riba. Alhamdulilllah koperasi syariah ini sudah berjalan bulan ke tiga. Masih panjang perjalanan koperasi syariah rintisan ini untuk dapat berkembang dengan baik.

Saya sangat salut dan angkat topi. Untuk mereka mereka aktivis ekonomi syariah, dai dai muda, dosen dosen, peneliti dan penggiat ekonomi syariah, serta pengusaha pengusaha muslim yang dengan kesabaran dan penuh keihklasan mendedikasikan diri berjuang mengenalkan ekonomi syariah, berjuang melawan riba di tengah masyarakat. Memasyarakatkan ekonomi syariah, dan mensyariahkan ekonomi masyarakat. Semoga langkah langkah mereka menjadi catatan amal kebaikan dihadapan sang pencipta,

Tulisan ini hanyalah sebagai pengingat bagi saya pribadi. Ternyata masih banyak hal yang belum bisa saya lakukan untuk masyarakat luas. Masih berkutat dengan keluarga dan teman dekat saja. Semoga Allah SWT memberikan waktu dan kesempatan kepada saya, untuk dapat mengamalkan ilmu yang sedikit ini, untuk kemanfaatan ummat kelak. Semoga langkah langkah kecil ini menjadi saksi dan menjadi pemberat amal kebaikan saya di akhirat nanti. Aamiin.

#katakantidakpadariba
#nasihatdiri
#selfreminder

●●●

Diambil dari akun pribadi tertanggal 14 Juli 2016

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10208456957558765&id=1151556078

Senin, 13 Juni 2016

Sukses yang Sesungguhnya

Terimakasih cinta, telah menyemangati sampai sejauh ini. Langkah ini semakin kuat. Langkah ini semakin menemukan visinya. Dan langkah ini adalah bagian dari langkah langkah kecil kita bersama.

Goresan tinta telah mengering. Ketikan keyboard telah tersimpan difoldernya dengan baik. Dan kini ikhtiar dan doa senantiasa dipanjatkan pada Pemilik Semesta, Allah SWT. Dukungan mu adalah penyemangat perjuangan ini. Support mu adalah oase di di tengah gurun kehidupan ini.

 "y syg saling support saling ingatkan ya... jgn terlena smuanya .. kwatir nanti kita g bs keluar dr zona nyaman ...k jongjonan..malah menunda kesuksesan... lebih baik mnunda kesenangan untuk ksuksesan kita". Ini adalah chat yang engkau kirim via bbm di tgl 12 Juni 2016 pkl 00.38.

Semoga visi kita akan tetap sama. Seperti layaknya pilot dan kopilot dalam sebuah pesawat, menuju sebuah titik koordinat yang haruslah sama, tak bisa berbeda tujuan. Titik koordinat itu ialah sukses dunia dan akhirat. Tidak hanya aku atau kamu, tapi kita dan seluruh keluarga kita.

Sebagai suami serta ayah dari anak-anak kita, tujuan kita ialah kesuksesan dunia dan akhirat. Definisi sukses ialah ketika kita bisa berkumpul kembali di surgaNya kelak. Bersama-sama menghirup aroma surga. Bersama sama tinggal di surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Kekal nan abadi.

Sebagai suami dan ayah dari anak keturunan kita, cukuplah firman Allah SWT ini jadi peringatan, motivasi serta visi hidup yang sesungguhnya. Firman Allah yang dimaksud ialah Quran Surat At Tahrim ayat 6. Yang artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At Tahrim 66:6)

 
Sebagian Ulama berkata : kalau dikatakan Qu anfusakum : mencakup arti anak-anak, karena anak adalah bagian dari mereka. Maka hendaklah orang tua mengajarkan tentang halal dan haram dan menjauhkannya dari kemaksiatan dan dosa, juga mengajarkan hukum-hukum lain selain hal tersebut.

Semoga kita diberi kekuatan untuk saling mengingatkan dan menyemangati satu sama lain, mendidik anak anak kita dengan pendidikan akhak yang baik. Dan mengantarkannya menjadi pribadi muslim yang baik. Pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa. Aamiin.

Ditulis tanggal 13 Juni 2016, 8 Ramadan 1437 H

Selasa, 31 Mei 2016

Ilmu Padi dan Kesombongan Diri

Dari sejak kecil, kita sering mendengar pepatah; Seperti ilmu padi makin berisi makin merunduk. Dikutip dari kamusperibahasa.com, pepatah tersebut berarti semakin tinggi ilmunya semakin rendah hatinya, dan juga dapat diartikan Kalau sudah pandai jangan sombong, selalulah rendah hati.

Merunduk dapat diartikan tidak sombong dihadapan manusia, terlebih dihadapan sang Pencipta, Allah SWT. Merunduk dapat diartikan menghambakan diri dihadapan ilahi, menggunakan knowledge yang dimiliki dengan bijak serta berorientasi jangka panjang. Akhirat.

Merunduk tidak diartikan diam atau pasif. Merunduk tidak diartikan sebagai diamnya orang yang berilmu dimasyarakat, tanpa bisa berbuat untuk kebaikan masyarakat sekitar. Diamnya orang yang berilmu dan tidak mengamalkan ilmu bisa dikategorikan musibah bagi diri dan lingkungan. Apa yang akan kita jawab tatkala Allah SWT kelak akan bertanya tentang ilmu yang tidak kita amalkan, tentang ilmu yang tidak membawa kemanfaatan untuk diri dan lingkungan sekitar.


Bukan malah sebaliknya, seperti pepatah Tong kosong nyaring bunyinya. Masih menurut kamusperibahasa.com, pepatah tersebut berarti orang yang bodoh atau tidak berilmu selalu banyak bicara. Benarlah apa yang telah Rosulullah sollallahu alaihiwasallam sabdakan; "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, maka hendaklah ia berkata baik atau diam. (Hadits Muttafaq alaih).

Adapun penjelasan dari hadits diatas menurut Imam Nawawi - rahimahullâh didalam Al-Minhaaj "Adapun sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam,  “maka hendaklah ia berkata baik atau diam”. Artinya ketika seseorang ingin berbicara hendaklah dilihat apakah ucapannya mengandung kebaikan dan kebenaran yang membuatnya mendapatkan ganjaran pahala wajib atau sunnah, maka berbicaralah. Tapi jika tidak, tahanlah diri untuk tidak berbicara".

Semoga kita terhindar dari perilaku banyak bicara tetapi "Kosong". Kosong dari penghayatan makna berbagi ilmu, kosong dari makna dan kemanfaatan. Kosong dari penghayatan makna budi pekerti atau kelakuan (baca: Akhlak).


Mungkin untaian kata-kata kita ada "isi" tetapi minim etika. Mungkin ada "isi" nya, tetapi terselip "kesombongan dan keangkuhan" yang rupa rupanya telah menguasai diri, baik disadari maupun tidak. Padahal Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam mewanti-wanti umatnya, beliau bersabda :“Tidak akan masuk surga orang yang didalam hatinya terdapat sifat sombong walaupun sebesar biji zarah” (HR. Muslim 2/89 dan At Tirmidzi 3/243).

Semoga kita termasuk orang orang yang Allah karuniakan ilmu yang bermanfaaat setiap harinya, dan dipergunakan untuk kemaslahatan diri dan lingkungan. Dan juga semaksimal mungkin melatih diri untuk dapat menjauhi sifat sombong, baik itu dalam ucapan maupun perbuatan. Wallahu A'lam.