Kamis, 13 Oktober 2016

Berkelanalah

“Berkelanalah ke negeri asing untuk mencari kemuliaan. Karena dalam pengembaraan itu kau akan mendapatkan lima keuntungan.

Menghilangkan kesedihan. Menata ekonomi hidup. Meningkatkan pengetahuan dan peradaban serta menambah pergaulan.

Apabila dikatakan bahwa berkelana itu suatu perbuatan hina dan sia-sia, menghabiskan dana dan mencari kesengsaraan, maka sungguh kematian seorang pemuda di perantauan lebih mulia. Daripada hidup di daerah sendiri dalam keadaan hina penuh kedengkian dan iri hati.”

- Imam As Syafi'i

Januariku (Puisi)

hanya senyum yang dapat kuberikan dari kejauhan
lewat hembusan angin di bulan agustus yang kering
hanya doa yang dapat dipanjatkan
lewat harapan dan asa yang tak pernah padam

definisi cinta itu adalah kamu
definisi dari cinta itu adalah dirimu
tak bisa dituliskan kewat kata
hanya lewat makna dan tatapan mata

kaulah bidadariku
yang telah Allah ciptakan untukku di dunia yang fana

kaulah bidadariku
yang kan menemaniku menjadi pribadi yang seutuhnya

kaulah bidadariku
yang kan menjadi guru terbaik baik bagi anak anak kita

kaulah bidadariku
di dunia dan insya Allah di akirat kelak

salam sayang dan rindu.. dari suamimu

Rizal Setiawan Azmi

#RSA
#sonokasineng
#Januariku
#SemangatPagi

●●●

Diambil dari akun pribadi tertanggal 5 Agustus 2016

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10208634053466052&substory_index=2&id=1151556078

Menjelang Tiga Puluh


Alhamdulillah, insya Allah 3 bulan lagi saya genap berusia 30. Sebuah angka psikologis bagi seorang lelaki yang sudah memiliki seorang istri yang baik dan cantik dan seorang anak lelaki yang masya Allah luar biasa lucu, pintar, diikuti dengan keingintahuannya yang besar dari hari ke hari.

Angka psikologis, karena diusia inilah, semestinya dilakukan review atas apa yang telah dilakukan dan apa yang akan dilakukan, evaluasi atas apa yang telah dilakukan, dan target apa yang akan di capai dimasa depan, serta indikator apa saja yang akan dipasang untuk setiap kesuksesan yang akan dicapai.

Diusia menjelang 30 ini, rasanya masih banyak cita cita serta impian yang belum tercapai, sedang on going process, sedang di ikhtiarkan, dan saya berlindung kepada Allah, dari segala bentuk angan angan yang dibenci Rosulullah, semoga ini bukan angan angan, akan tetapi sebuah cita cita yang harus dikejar dan diwujudkan. Semoga semangat ini akan terus membara dalam hati dan tindakan, aamiin.

Terimakasih sayang sudah menjadi istri, sahabat, teman curhat yang baik, mungkin inilah yang dimaksud dengan sakinah dalam pernikahan, adanya rasa tenang dalam hubungan pernikahan.

Dan terimakasih untuk kesetiannya memberi saran dan masukan, termasuk dalam hal fotografi, percayalah setiap foto yang terposting di facebook ini, juga hasil saran masukan dari sang isti tercinta. thank you so much.

Akhir kata selamat sore untuk sahabat facebook, selamat beraktivitas kembali, terimakasih sudah berkenan membaca postingan ini sampai dengan 6 paragraf, kata teman saya, ini bukan facebook status, tapi story telling, tapi tak apalah, memang demikian adanya :D :D

#menjelang30
#storytelling
#prisma

●●●

Diambil dari akun facebook pribadi tertanggal 4 Agustus 2016

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10208634053466052&substory_index=0&id=1151556078

Detik Waktu (Puisi)

Detik Waktu

detik waktu ikhlaskan segalanya
bintang di cakrawala seolah izinkan semua
sepi ..
terbawa tiupan angin ke singgasana cinta
sendiri..
berganti mencari cinta hakiki
dihamparan samudera cinta yg fana. (25-07-2011)

sang waktu kini telah berganti
bintang di cakrawala perlahan bergeser dari rotasinya
sepi..
terbawa tiupan hawa nafsu yang membara
sendiri..
berganti mencari cinta abadi
dihamparan padang pasir yang merana

detik waktu ikhlaskan segalanya
bintang di cakrawala kini telah merona
masih sepi..
terbawa tiupan asa yang tak kunjung datang
masih sendiri..
berganti mencari cinta yang murni
dihamparan langit yang tak berbatas

sang waktu kini telah berganti
bintang dicakrawala kini terbentuk sempurna
kini tak lagi sepi..
terbawa tiupan mimpi yang yang masih terlelap
kini tak lagi sendiri..
kutemukan cinta yang yang hakiki
dihamparan sajadah yang kini telah basah oleh air mata. (25-07-2016)

Rizal Setiawan Azmi

judul                Detik Waktu
karya               Rizal Setiawan
kode                A16070002

●●●

Diambil dari akun pribadi tertanggal 25 Juli 2016

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10208549596234674&id=1151556078

Saat Rindu Menyesakkan Dada (Puisi)

Saat Rindu Menyesakkan Dada

saat rindu menyesakkan dada
maka datanglah sebagai udara sejuk
yg hanya sekedar untuk aku hirup
walau hanya satu tarikan nafas saja

Saat rindu menyesakkan dada
maka datanglah sebagai air yang menyejukkan
yang kan menghilangkan dahaga kerinduanku
walau hanya setetes saja

Saat rindu menyesakkan dada
maka datanglah sebagai awan yang berjalan beriringan diatas langit
yang kan meneduhkan bumi dimana aku berada diatasnya bersama kerinduanku
Untuk aku berteduh sementara, walau hanya sesaat.

Saat rindu menyesakkan dada
maka datanglah dengan segenap kerinduanmu
yang kan mengobati perihnya kerinduan ini
meski perihnya mungkin kan kembali

saat rindu menyesakkan dada..
maka datanglah dalam mimpiku
walau hanya tuk sesaat.

Saat rindu menyesakkan dada..

Rizal Setiawan Azmi

Judul             "Saat Rindu Menyesakkan Dada"
Karya             Rizal setiawan
kode               A16070001

●●●

Diambil dari akun pribadi tertanggal 24 Juli 2016

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10208544202659838&id=1151556078

Shopping is Better Than Therapy

Aktivitas ini begitu dekat dengan wanita. Aktivitas ini akan membuat wanita begitu bahagia karenanya. Dan aktivitas ini akan sangat membuat mereka keasyikan, saking asyiknya bisa dilakukan berjam-jam tanpa tanpa henti, tanpa merasa lelah apalagi berkeluh kesah.

Awalnya saya heran ketika di ajak istri untuk pertama kalinya melakukan aktvitas ini. Dia kuat sampai berjam-berjam tanpa mengeluh kecapean, bukan kelah kesah yang saya dapatkan darinya, malah rona kebahagiaan yang muncul dan berseri-seri diantara senyuman manisnya itu. Sedang saya, harus menahan rasa capek, dalam hati bertanya; ini kapan selesainya? hehe

Ya, keheranan itu tidak berlanjut lama, seiring waktu berlalu, sedikit demi sedikit saya mencoba memahami mengapa aktivitas ini begitu melekat dengan kaum hawa. Saya mencoba memahami dan tidak ingin menghakimi. Hingga pada satu titik keyakinan dan kesimpulan yang saya yakini kesimpulan ini akan sangat membahagiakan para wanita dimanapun berada. Kesimpulan itu ialah sebagai seorang lelaki memang sudah sewajibnya kita mensupport aktivitas ini bagi mereka. Dan temanilah mereka dalam menjalankan aktivitas ini dengan senang hati dan penuh keceriaan. Karena ini akan sangat berarti bagi para wanita.

Kesimpulan itu makin kuat, tatkala tadi malam saya lihat ada seorang wanita, dengan bangga menenteng tas di bahu tangan kirinya, dan tas tersebut bertuliskan; SHOPPING IS BETTER THAN THERAPY. :D :D :D, jujur, saya sampai senyum-senyum sendiri baca tulisan itu.

Yuk ah untuk para suami dimanapun berada, temanilah istri kita dalam berbelanja. Siapkan dompet kita. Tak perlu dompet yang tebal, cukup dompet tipis yang isinya satu dua kartu debit yang saldonya cukup untuk berbelanja berbulan-bulan hehe. Ingat, kartu debit ya, bukan kartu kredit, saya ga menyarankan kartu kredit untuk berbelanja.

Yuk ah untuk para suami dimanapun berada, jangan berkeluh kesah ketika mendampingi istri berbelanja, cukup temani saja dan jangan lupa pasang wajah ceria, sembunyikan rasa capek kita untuk beberapa saat. Bukankah membahagiakan istri itu bagian dari sunnah nabi kita yang mulia Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

Semoga kita termasuk kedalam golongan suami atau calon suami yang paling baik perlakuannya terhadap istri dan keluarga ya, Aamiin

Jadi, sudahkah anda menemani istri berbelanja bulan ini??

#ShoppingIsBetterThanTherapy
#menjelangsiang

●●●

Diambil dari akun pribadi tertanggal 20 Juli 2016

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10208509384269400&id=1151556078

Katakan Tidak Pada Riba

Perlu empat tahun bagi saya untuk di doktrin mengenai haramnya riba dalam transaksi keuangan yang biasa kita kenal sehari-hari. Perlu empat tahun lebih, bagi saya untuk memahami betapa jahatnya riba dalam transaksi keuangan kita. Pun demikian perlu empat tahun lebih bagi saya untuk dapat mencari solusi dan berpikir bagaimana kita sebagai umat islam bisa keluar dari jeratan riba yang sepertinya telah begitu menjerat leher-leher masyarakat kita.

Dari doktrin-doktrin itu saya belajar dari berbagai sumber mengenai bagaimana riba telah begitu merusak sendi-sendi kehidupan perekonomian masyarakat. Riba telah memporak-porandakan sendi-sendi kehidupan sosial masyarakat kita. Dan riba telah berkontribusi pula terhadap kehancuran sebuah fondasi berbangsa dan bernegara.

Dalam perjalanan empat tahun itu pula saya menemui berbagai banyak pendapat. Ada yang sesuai dengan pemahaman saya dan sepakat tentang keharaman riba. Pun demikian, ada juga teman diskusi saya yang sampai saat ini masih beranggapan kalau riba bukanlah sebuah masalah, riba tidak haram selama syarat dan ketentuannya berlaku, begitu kira kira ungkapannya. Sebagai manusia modern dan beradab, tentu semua pendapat harus dihargai. Semua pendapat harus kita hormati. Toh pada akhirnya, sebagai manusia beriman tentunya kita mengimani bahwa segala tindak tanduk kita di dunia ini pasti akan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat.

Yang jelas, doktrin ekonomi islam yang tertancap dalam sanubari saya alhamdulillah sampai saat ini masih ada. Dengan segala keterbatasan saya, saya berupaya untuk dapat menggunakan ilmu yang saya miliki sekecil apapun upaya itu. Dengan keterbatasan waktu, alhamdulillah saya bisa sedikit meluangkan waktu sharing bersama istri bagaimana sebetulnya ekonomi syariah itu. Percaya atau tidak, perlu waktu satu tahun lebih bagi saya untuk meyakinkan istri bahwa riba itu haram dan di larang oleh Allah SWT.

Saya nikmati proses itu, sedikit demi sedikit saya sharing dengan istri, bagaimana riba itu, apa saja bentuk riba dalam dunia kontemporer saat ini, serta berusaha sekuat tenaga menghindarinya. Terakhir pembicaraan kami seputar adanya tawaran pengajuan rumah dengan sistem Kredit Pemilikan Rumah, saya tanya ke istri bagaimana pendapatnya. Dan alhamdulillah, istri sudah memahami kalau KPR rumah yang saat ini berjalan di bank konvensional adalah salah satu bentuk riba yang dilarang. Solusi? Kami bertanya adakah KPR yang bisa dilayani dengan skema murabahah atau ijarah muntahiya bittamlik, ternyata jawaban dari pihak marketing perumahan menjawab untuk saat ini perumahan bersubsidi masih harus menggunakan perbankan konvensional. Untuk bank syariah, hanya melayani perumahan berjenis komersil. Kami memang memilih jenis perumahan bersubsidi karena keterbatasan dana yang kami miliki saat ini.

Hingga akhirnya, setelah tahu seperti itu, kami berdua sepakat untuk menunda sementara waktu rencana kami memiliki perumahan dengan sistem KPR. Insya Allah, ada jalan lain untuk memiliki rumah, tanpa harus terjebak dan tenggelam dengan sistem riba.

Kalau saja upaya saya ini dapat menjaga diri dan keluarga saya dari jeratan riba. Demikian halnya juga saya ingin mengajak rekan rekan saya di masa sekolah SMA dulu untuk dapat sedikit demi sedikit memahami bagaimana itu riba dan bahayanya. Alhamdulillah, kami pada akhirnya dapat mendirikan koperasi syariah pertama yang mewadahi para alumni di sekolah kami. Meskipun dari segi jumlah masih sangat sedikit yang tertarik bergabung, setidaknya, inilah langkah awal kami mengenalkan ekonomi syariah, biarlah yang sedikit ini menjadi pelopor untuk nantinya mengajak rekan rekan yang lain berjuang menghindari riba. Alhamdulilllah koperasi syariah ini sudah berjalan bulan ke tiga. Masih panjang perjalanan koperasi syariah rintisan ini untuk dapat berkembang dengan baik.

Saya sangat salut dan angkat topi. Untuk mereka mereka aktivis ekonomi syariah, dai dai muda, dosen dosen, peneliti dan penggiat ekonomi syariah, serta pengusaha pengusaha muslim yang dengan kesabaran dan penuh keihklasan mendedikasikan diri berjuang mengenalkan ekonomi syariah, berjuang melawan riba di tengah masyarakat. Memasyarakatkan ekonomi syariah, dan mensyariahkan ekonomi masyarakat. Semoga langkah langkah mereka menjadi catatan amal kebaikan dihadapan sang pencipta,

Tulisan ini hanyalah sebagai pengingat bagi saya pribadi. Ternyata masih banyak hal yang belum bisa saya lakukan untuk masyarakat luas. Masih berkutat dengan keluarga dan teman dekat saja. Semoga Allah SWT memberikan waktu dan kesempatan kepada saya, untuk dapat mengamalkan ilmu yang sedikit ini, untuk kemanfaatan ummat kelak. Semoga langkah langkah kecil ini menjadi saksi dan menjadi pemberat amal kebaikan saya di akhirat nanti. Aamiin.

#katakantidakpadariba
#nasihatdiri
#selfreminder

●●●

Diambil dari akun pribadi tertanggal 14 Juli 2016

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10208456957558765&id=1151556078